Wagub Kaltara Yansen TP : Libatkan Masyarakat Desa Deteksi dan Antisipasi Bencana Banjir

TUYANGISSUE.ID, KALTARA – Salah satu upaya pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melibatkan komponen masyarakat dalam mengantisipasi dan mendeteksi potensi bencana di wilayahnya, yakni dengan menggalakkan pembentukan  Kampung Siaga Bencana (KSB) di beberapa desa yang ada di Kaltara.

Realisasi pembentukan KSB yang ke-9 baru-baru ini  dikukuhkan oleh  Wakil Gubernur Kalimantan Utara Dr. Yansen TP   di Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kamis (28/10/2021).

“Dengan kehadiran KSB, apabila terjadi bencana, maka petugas di KSB yang ada di desa telah siap siaga menghadapinya. Karena mereka sudah mendapatkan pelatihan dengan simulasi-simulasi yang telah diberikan dari dinas terkait,” jelas Yansen dalam sambutannya.

Ia mengharapkan pembentukan  KSB ini tidak hanya bersifat seremonial saja. Tapi, pengurus dan personil KSB harus terus menempa diri dengan melakukan pelatihan secara simultan.

Yansen mendorong Kampung Siaga Bencana di Desa Pulau Sapi dapat menjadi percontohan bagi desa lainnya. Karena KSB desa ini dapat  menjadi satu warna tersendiri yang memiliki ciri dan karakter desa yang mampu beradaptasi dan cepat menangani bencana, terutama banjir.

Ia  juga mengungkapkan, berdasarkan pemetaan potensi kerawanan bencana dari Dinas BPBD Kaltara, wilayah  Kalimantan Utara termasuk sangat rentan terhadap bencana  longsor dan banjir. Selain itu,   juga terdapat lempengan sesar Maratua (Berau) dan Bulungan, yang  berpontensi terjadi gempa dan tsunami. Maka itu, penting pengetahuan mitigasi bencana oleh masyarakat.

“Tidak hanya banjir dan longsor, tetapi berpotensi gempa dan tsunami juga. Tentu  ini ancaman bencana, kapan saja bisa terjadi.” katanya.

Khusus wilayah Malinau, kata dia, terdapat aliran sungai di bagian hulu Mentarang. Beberapa desa seperti Desa Wisata Pulau Sapi, Harapan Maju, Long Bisa, Mentarang Baru dan beberapa desa di bantaran sungai masuk dalam peta potensi kerawanan  banjir dan longsor.

“Dari peta potensi kerawanannya meliputi beberapa desa seperti Desa Wisata Pulau Sapi, Harapan Maju, Long Bisa, Mentarang Baru dan beberapa desa di bantaran sungai,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Ia berharap  BPBD dan Dinas Sosial bersinergi meningkatkan kemampuan   dan pengetahuan  pengurus Kampung Siaga Bencana.

“Dengan melibatkan komponen masyarakat desa, mereka akan memiliki kemampuan dan pengetahuan  mitigasi untuk mendeteksi dan mengantisipasi banjir,” jelasnya.

Sementara Camat Mentarang selaku pembina KSB  Fedangan Dr. Franklin menyebutkan yang terlibat dalam KSB ini, yakni Desa Pulau Sapi, Lidung Keminci, Harapan Maju, Mentarang Baru, Long Bisai, Long Gabut dan Tamalan. (*)