Tradisi Unik Dayak Belusu “Ginum Pengasih”

Tradisi Ginum Pengasih. Foto : Oktavian Balang (Kompasiana)

Suku dayak bulusu adalah sub suku dayak yang banyak berdomisili di wilayah provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Kelompok anak suku dayak yang masuk dalam rumpun Murut ini hidup dan tersebar di daerah -daerah pedalaman Kaltara, seperti desa Sesua di Kabupaten Malinau, dan di desa Seputuk, Rian/kapuak, Sedulun, Limbu Sedulun, Sebidai, Sekawang, Seludau, Mendopo,  Bebakung di Kabupaten Tana Tidung, serta desa Sekatak, Sekatak Bengara, Mentadau serta Pimping yang masuk Kabupaten Bulungan.

Suku dayak belusu memiliki tradisi budaya yang unik dan menarik yang hingga kini masih dilestarikan, yakni  “Ginum pengasih”atau “minum pengasih”. Tradisi ini minum bersama ini biasanya dilakukan dalam setiap upacara-upacara adat, dimana menyajikan minuman hasil fermentasi secara tradisional yang di simpan di dalam tempayan.

Cara meminumnya pun unik dengan menggunakan beberapa sedotan atau pipit dari potongan bambu kecil dan muda, yang dimasukan ke dalam tempayan tempat pengasih disimpan. Pipet itu lah yang kemudian disedot bersama-sama warga yang hadir baik sebagai teman, kerabat dan saudara atau oleh pasangan tertentu, misalnya suami istri.

Dengan bersama -sama meminum pengasih dalam satu wadah tempayan yang sama, diharapkan warga merasakan suasana kebersamaan dan keluargaan sangat yang sangat erat dan semakin kuat diantara mereka.

Tradisi minum pengasih ini selalu digelar di setiap pacara-upacara adat, baik acara kematian dan acara pernikahan yang wajib disuguhkan untuk para tamu/pengunjung yang datang sesuai dengan ketentuan adat yang diatur hukum Adat Dayak Bulusu.

Meski minuman tradisonal ini mengandung alkohol dan membuat mabuk jika diminum berlebihan, namun pada prakteknya setiap perayaan Ginumpengasih tidak pernah ada perkelahian atau keributan antar masyarakat itu karena suku adat bulusu sangat berpegang teguh dan menjunjung tinggi norma dan hukum adat.

Buat kamu Pewarta Tuyang Issue, jika ada sumber artikel dan referensi lainnya yang ingin menambahkan atau mengoreksi tulisan ini, kami sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin memperkaya kkasana keilmuan dan pengetahuan budaya Dayak melalui tulisan-tulisan yang bermanfaat.(*)

Kontributor : Kristariu