Tradisi Telinga Panjang Suku Dayak Kenyah

Pria Dayak Yang memiliki Telinga Panjang. Foto : goodnewsfromindonesia.id

Beberapa Sub Suku Dayak di Kalimantan memiliki tradisi   telinga panjang, diantaranya Dayak kenyah, Kayaan, Iban, dan Taman. Standar kecantikan bagi orang nenek moyang orang dayak salah satunya diukur melalui cuping atau telinga panjang yang mereka miliki

Tradisi ini menjadi unik di dunia, karena sudah tak banyak orang Dayak yang memiliki telinga  panjang. Hanya sejumlah  orang lanjut usia saja yang masih mau mempertahankan tradisi budaya ini.

Meski demikian, kekinian  beberapa generasi milineal terutama yang peduli akan karya seni dan budaya  mulai ikut memanjangkan cuping telinga mereka sebagai bentuk melestarikan budaya  leluhur mereka..

Daun telinga yang panjang ini tidak hanya  diperuntukkan untuk perempuan Dayak saja, tetapi juga untuk laki-laki. Bagi suku Dayak Kenyah.

Antara perempuan dan laki-laki tentunya memiliki aturan panjang telinga yang berbeda. Kaum perempuan boleh memanjangkan telinganya hanya sebatas dada, sedangkan laki-laki tidak boleh memanjangkan telinganya melebihi bahunya.

Bagi wanita Dayak, semakin panjang telinga seorang wanita Dayak, maka ia akan semakin cantik. Cuping telinga berhias anting, berwarna perak, berbentuk huruf O, polos dan besar. Tak hanya 1 atau 2 saja, jumlah hisang di telinga wanita sesuai dengan usia mereka.

Jika berusia 70 tahun, maka ada 70 anting perak yang menggantung di telinganya. Setiap satu tahun sekali, para wanita suku Dayak ini memang menambahkan anting di telinganya. Anting logam berwarna perak yang digunakan bertahun-tahun ini tidak pernah berkarat.

Tradisi menindik telinga bagi para wanita suku ini sudah dilakukan turun-temurun dari nenek moyang. Mereka mulai melakukan penindikan saat masih bayi.

Mulanya, cuping dipasang sebilah bambu yang nantinya membuat lubang telinga kian lama semakin membesar. Baru saat remaja, lubang yang mulai membesar itu digantungi anting-anting berbahan tembaga degan maksud menambah berat beban di lubang cuping. Tak heran, terkadang telinganya memanjang hingga ke leher. Telinga panjang inilah yang membuat para wanita suku Dayak merasa cantik seutuhnya.

Telinga panjang bagi suku yang berada di Kalimantan ini sebagai lambang bahwa mereka adalah keturunan bangsawan. Strata sosial mereka akan semakin terangkat seiring banyaknyadan panjangnya telinga mereka. Telinga panjang ini juga menandakan buah kesabaran, dan ketahanan akan penderitaan rasa sakit bagi kaum hawa di Suku Dayak.(*)