TNI Intens Lakukan Patroli Patok Batas Negara

TUYANGISSUE.ID – TNI menegaskan jajarannya intens melakukan patroli untuk menjaga patok perbatasan Indonesia – Malaysia tetap berada pada posisinya

Komandan Korem (Danrem) 092/Maharajalila Brigjen Suratno mengatakan, semua patok perbatasan yang ada di Kaltara dalam kondisi aman dan terkontrol saja.

“Patok (perbatasan) kita aman-aman saja. Tidak ada yang bergeser. Kalau ada patok misalnya yang miring, itu kita betulkan lagi karena mungkin gejala alam. Bisa karena hujan atau ketiup angin, makanya miring baru kita perbaiki lagi,” kata Brigjen Suratno, Selasa (5/10/2021).

Suratno mengatakan, meskipun bergeser atau bahkan hilang, garis perbatasan tetap akan mengacu pada garis koordinat yang telah disepakati antar kedua negara. Jadi, jika pun adanya patok yang hilang ataupun bergeser di sejumlah titik di Kaltara, tak memberikan pengaruh berarti.

“Tapi kalau ada yang sampai rusak, itu baru kita perbaiki. Kalau ada yang bergeser, itu tidak apa-apa. Kita laporkan saja, karena titik koordinatnya kan sudah ditentukan. Kalau patok yang bergeser atau hilang, itu urusan pusat (pemerintah). Karena sudah menyangkut antar dua negara,” jelasnya Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Satgas Pamtas RI-Malaysia itu.

Meski patok yang bergeser itu berada di dalam wilayah NKRI ataupun masuk ke negara Malaysia, masing-masing negara juga tidak bisa melakukan klaim.

Hal yang akan menjadi acuan penentuan garis perbatasan adalah garis koordinat yang sudah disepakati.

“Walaupun kita tidak pindahkan (ke titik koordinat), itu juga sebenarnya tidak masalah. Tapi anggota selalu melakukan pengecekan saja. Supaya (yang bergeser) tidak terlalu parah,” beber Jenderal TNI bintang satu itu.

Untuk Kaltara, personel TNI yang tergabung dalam satgas teritorial secara intens melakukan patroli patok dan operasi pengamanan perbatasan di wilayah darat Indonesia-Malaysia.

Personel Yonarhanud 16/Sbc dan Yonif 614/Rjp yang telah melaksanakan tugas selama 365 hari kembali digantikan oleh personel Yonarmed 18 Komposit. (*)