Tari Kancet Papatai Tarian Atraksi Perang Dayak Kenyah

Ilustrasi tarian Kancet Papatai.Foto : ANTARA/Yusran Uccang

Suku Dayak Kenyah memiliki sebuah tarian perang khas dan atraktif yang sering dipertujukkan dalam gelar seni budaya. Tarian itu disebut tarian perang Kancet Papatai. Tarian Kancet Papatai berkisah tentang pahlawan yang menampilkan tentang keperkasaan kaum laki-laki Dayak Kenyak dalam menghadapi musuhnya di medan perang.

Tari Kacet Papatai hingga kini masih ditampilkan dalam berbagai kesempatan. Baik dalam upacara adat, maupun acara budaya yang digelar oleh masyarakat dan pemerintah daerah yang ada di Kalimantan Utara, Kalimanatan Timur dan Malaysia.

Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan diselingi atraksi para penarinya. Terkadang diikuti pekikan sang penari. Tarian Kancet Papatai dipentaskan oleh dua kelompok anak muda yang memakai baju perang dan membawa Mandau serta Kelempit.

Dua kelompok tersebut membentuk banjar, lalu menari dengan teriakan dan sorakan yang penuh semangat. Gerakan yang sinergi dalam tarian ini adalah membungkuk layaknya sedang berhadapan dengan musuh, kemudian menghentakkan kaki serta melangkah untuk mengahadapi musuh.

Gerakan akhir dari tarian, yaitu penari berlari keluar dari panggung pementasan sembari bersorak eria sebagai tanda kemenangan. Tujuan Kancet Papatai yakni tercapainya kemenangan peperangan yang diperjuangkan bersama-sama.

Makna simbolik tari Kancet Papatai Makna tarian Kancet Papatai adalah kejantaan, keperkasaan seorang lelaki yang bertempur dalam peperangan, di mana dirinya harus mempertahankan wilayah.

Aksesoris Tari Kancet Papatai

Dikutip dari kompas.com, tarian Kancet Papatai menggunakan berbagai macam aksesoris tari perang, seperti;
1. Perisai atau Kelembit, untuk memangkis dari arah musuh
2. Mandau, senjata utama dalam melawan musuh
3. Topi atau Beluko, mengandung banyak ilmu kekebalan tubuh
4. Kalung, sebagai penangkis musuh yang terbuat dari gigi macan
5. Rompi (Besunung), adalah bahan yang terbuat dari kulit harimau berfungsi sebagai kekebalan dari senjata musuh.
6. Ikat kepala (lawung), terbuat dari bulu burung Enggang yang terikat di kepala. Burung Enggang adalah jenis burung yang dianggap keramat bagi Suku Dayak.

Buat kamu Pewarta Tuyang Issue, jika ada sumber artikel dan referensi lainnya yang ingin menambahkan atau mengoreksi tulisan ini, kami sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin memperkaya kkasana keilmuan dan pengetahuan budaya Dayak melalui tulisan-tulisan yang bermanfaat.(*)