Tari Kancet Datun Julud

Gelar Tari Datun Julud. Foto : auroract.wordpress.com

Bagi masyarakat suku Dayak berasal dari rumpun Apo Kayan, seperti kenyah, bahau dan kayan pasti mengenal tarian Datun Julud atau tari kancet datun julud. Tari Kancet Datun yang dianggap sebagai simbol rasa syukur dan perwujudan atau ekspresi kegembiraan.

Kancet Datun Julud berasal dari bahasa Kenyah, dimana kata ‘Kancet’ berarti tari dan kata ‘Datun’ dapat dipahami sebagai perjalanan panjang yang membentuk lingkaran, sementara kata ‘Julud’ berarti berbaris atau berjejer.

Pada awalnya tari Datun diciptakan oleh seorang kepala suku Dayak Kenyah di Apo Kayan yang bernama Nyik Selung, sebagai tanda syukur dan kegembiraan atas kelahiran seorang cucunya. Namun kemudian tarian ini berkembang ke segenap daerah suku Dayak Kenyah dan menjadi tarian tradisional.

Seiring dengan perkembangan zaman, kini banyak perubahan fungsi dari tarian tradisional. Tarian ini dijadikan sebagai tarian untuk menyambut kedatangan tamu, acara syukuran, upacara adat dan atraksi seni budaya dayak kenyah.

Tarian yang diperagakan secara berkelompok oleh wanita Suku Dayak Kenyah dengan jumlah 10 hingga 20 orang. Kancet Datun Julud dipentaskan dengan iringan musik tradisional dari Suku Dayak Kenyah dengan alat musik sampe’ ikeng dan jateng utang. Tarian ini merupakan tarian tradisional wajib bagi Suku Dayak Kenyah.

Dikutip dari berbol.co.id, para wanita Dayak Kenyah menari dengan busana adat tradisional sapeq dan ta’a. Para penari juga menggunakan penutup kepala berupa topi bulu yang disebut dengan tapung puk serta dilengkapi dengan kirip (bulu burung) di kedua belang tangan yang menjadi ciri khas dari semua tari-tarian yang dilakukan oleh perempuan di Suku Dayak Kenyah. Ciri khas lainnya adalah gerakan yang lemah lembut, semua bergerak mengikuti irama musik. Denting berpadu dengan lambaian lembut tangan para anak penari, lemah lembut gerakan para penari berpadu dengan hiasana bulu burung di tangan membuat Tari Kancet Datun Julud ini terlihat sangat anggun.

Dalam momen tertentu, tarian Datun Julud biasanya ditarikan sebagai hiburan kumpulan warga dan keluarga di rumah panjang, maka itu para penari hanya menggunakan pakaian seadanya. Kecuali jika kedatangan tamu terhormat atau untuk menyambut perayaan hari besar, semua penari akan menggunakan busana tradisional Dayak Kenyah dengan motif yang bervariasi.

Tari Kancet Datun Julud populer untuk masyarakat Suku Dayak Kenyah dan Kayan yang sebagian besar berdiam Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Serawak Malaysia.

Buat kamu Pewarta Tuyang Issue, jika ada sumber artikel dan referensi lainnya yang ingin menambahkan atau mengoreksi tulisan ini, kami sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin memperkaya kkasana keilmuan dan pengetahuan budaya Dayak melalui tulisan-tulisan yang bermanfaat.(*)

Kontributor : Marlena Wai