Ta’a Pakaian Dayak Kenyah Yang Indah dan Cantik

Pakaian Dayak Kenyah. Foto : celebes.com

Suku Dayak Kenyah dikenal luas sebagai salah satu suku yang memiliki keterampilan dalam menciptakan karya -karya seni yang indah, seperti pakaian dayak Kenyah, kerajinan tangan,  tarian, musik dan lain sebagainya. Kelebihan mereka dalam hal membuat karya seni  khsususnya kerajinan tangan atau kriya  diwariskan turun temurun. Penciptaan berbagai seni kerajinan lahir dari spirit dan regiuilitas simbolik nenek moyang dayak Kenyah kepada sang pencipta.

Kerajinan tangan juga sangat melekat pada aksesoris yang mereka gunakan pada untuk menutup tubuh mereka, diantaranya pakaian, topi, kalung dan gelang. Pakaian yang mereka gunakan dapat menunjukan status sosial mereka baik untuk kegiatan sehari-hari maupun ritual adat dan pertunjukan seni budaya.

Nah, tulisan  kali ini kita coba mengenal lebih dekat pakaian tradisional yang biasa digunakan wanita suku dayak kenyah, yakni Ta’a.

Ta’a merupakan pakaian adat yang digunakan oleh para perempuan. Pakaian Ta’a mempunyai ciri khas berwarna hitam dan terbuat dari kain beludru. Untuk mempercantik pakaian ini dipadukan dengan hiasan dan manik-manik

Pakaian Adat Ta’a mencerminkan keanggunan dan kesederhanaan. Pakaian adat ini melambangkan wanita Suku Dayak yang berwibawa, percaya diri, dan berkarakter.

Motif pada pakaian ini terbagi menjadi tiga kelompok motif, yaitu, harimau, burung enggang dan motif tumbuhan. Desain dan motif menunjukkan strata sosial seseorang sehingga tidak boleh sembarangan dalam membuatnya. Seperti motif burung enggang dan harimau digunakan perempuan berketurunan bangsawan sedangkan motif tumbuhan digunakan untuk rakyat biasa.

Pakaian ta’a terdiri dari baju atau ta’a sapai dan ta’a keluma sendiri yang berarti rok/skirt. Untuk mempercantik tampilan dilengkapi dengan penutup kepala yang disebut tapung yang terbuat dari anyaman daun pandan yang berhiaskan manik-manik, taring macan, dan bulu burung enggang yang menjadi endemik Kalimantan.

Tapung adalah topi khas untuk wanita dayak.Tapung ini terdiri bebrada model dan jenis sepeerti tapung ino’sip, tapung ideng, tapung”se, tapung ucuk dan tapun da’a.
Agar terlihat lebih anggun ditambahkan aksesoris belaung, yaitu anting-anting yang terbuat dari manik manik. Bahkan perempuan disini menggunakan kalung dari manik-manik serta selang yang terbuat dari tulang binatang. Beraneka Ragam warna manik-manik membuat para perempuan suku dayak terlihat lebih anggun dan cantik.

Pada bagian dada berhiasakan Uleng atau rantai kalung yang terbuat dari manik dan bebatuan warna warni yang dihiasi rumbai-rumbai dengan motif dan warna yang mempercantik tampilan pakaian ini.Sedangkan pada lengan dipakaikan gelang atau (gelam lengen) Kemudian ta’a ini diberikan paduan tebilang atau selendang serta sabuk yang disebut beteng.(*)

Kontributor : Kristariu