Spot Wisata Alam Ramah Lingkungan Bekas Lubang Galian Tambang

SETIDAKNYA 36 orang meregang nyawa di lubang tambang bekas galian batu bara di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) sejak 2011. Sikap kurang tegas pemerintah daerah (pemda) terhadap kewajiban reklamasi perusahaan tambang membuat  sekitar 1.735 lubang tambang dibiarkan menganga dan menjadi sumber musibah.

Rencana pemda yang akan mengubah ribuan lubang-lubang tambang  menjadi lokasi wisata patut diapresiasi, meski ada keraguan atas rencana itu bakal sulit dilakukan. Berbeda jika sebelumnya pemda bersikap tegas terhadap tunainya kewajiban reklamasi yang telah dilakukan perusahaan pemilik ijin tambang di kawasan tersebut.

 Langkah konkrit yang sebaiknya dilakukan Pemda adalah  mendata kembali perusahaan- perusahaan yang belum menuntaskan  kewajiban reklamasinya  selama ini.

Kemudian, bebankan biaya dan pengerjaan   reklamasi lubang  tambang itu kepada mereka. Selain menghemat anggaran daerah, cara itu  juga sebagai sanksi  kepada perusahan-perusahaan tersebut yang telah mengabaikan kewajiban reklamasinya.

Jika kemudian perusahaan itu tetap menolak, maka tuntutan hukum menjadi langkah pasti yang harus diambil oleh pemda. Disinilah kita dapat melihat ketegasan dan keseriusan pemda dalam menangani lubang bekas galian tambang. Jangan sampai penataan ribuan bekas kawasan tambang itu hanya berorientasi  proyek semata. Bisa dibayangkan berapa ratus milyar  uang negara yang bakal dihabiskan dari kegiatan reklamasi dan  proyek spot wisata kolam tambang itu.

Salah satu contoh lahan bekas tambang yang disulap menjadi tempat wisata tanpa menggunakan APBD adalah   destinasi wisata Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada tahun 2016. PT Timah, pemilik IUP konsesi penambangan timah di wilayah itu menyulap lahan ini menjadi sebuah kawasan konservasi dan wisata yang indah pada tahun 2016.

Saat ini, pihak pengelola tengah melakukan proses perizinan lingkungan dan perizinan pariwisata yang  ditargetkan rampung pada tahun 2022.

Kawasan Kampoeng Reklamasi Air Jangkang memiliki luas sekitar 36,6 hektare. Di dalamnya pun ada beberapa spot agro wisata, Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) dan beberapa penyelamatan tanaman endemik.

Berbagai fasilitas juga dibangun perusahaan seperti spot untuk foto, musala, villa, kebun buah, hingga jalur off-road. Ada juga kebun bunga, rumah kayu, dermaga untuk tempat ber-selfie ria, kebun binatang mini dan spot-spot menarik lainnya. Tidak tangung-tangung pengelola juga menyediakan kawasan seluas  3,4 hektare, untuk kehidupan  133 ekor satwa dilindungi.

Dari contoh diatas, Pemda harusnya bisa mendorong tanggung jawab perusahaan melaksanakan kewajiban reklamasi mereka, bahkan membantu pemerintah menjadikan lahan bekas tambang itu sebagi kawasan konservasi dan spot wisata ramah lingkungan bagi masyarakat.

 

Baca Juga : Ragam Kuliner Khas Dayak