Rumah Adat Dayak Radakng Kalbar di Pontianak

Rumah Adat Dayak ” Radakng Kalbar”, foto : Instagram Revival Arif

KALBAR – Tahun 2013 lalu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meresmikan bangunan rumah khas adat Dayak” Rumah Radakng” atau Rumah Panjang di Pontianak. Ini merupakan rumah adat terbesar yang ada di Indonesia dan menjadi sebuah landmark atau ikon baru bagi kota Pontianak setelah Tugu Khatulistiwa. Rumah Radakng memiliki ukuran panjang 138 meter dengan tinggi 7 meter. Lokasinya berada di Jalan Sutan Syahrir Kota Baru Pontianak.

Rumah adat raksasa kebanggaan masyarakat Dayak ini terbuat dari kayu yang ukurannya sangat besar dan panjang.Pemanfaatannya bisa untuk kegiatan seni dan budaya yang tentunya akan menarik wisatawan untuk terus berkunjung. Para wisatawan yang berkunjung, nantinya akan disiapkan berbagai macam suvenir yang berupa miniatur dari rumah adat tersebut. Rumah adat ini mampu menampung 600 orang di ruang utamanya.

Rumah Adat Radakng ini ternyata berhasil tercatat sebagai rumah adat terbesar di Indonesia, bahkan dunia. Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh pendiri Museum Rekor Indonesia, Jayasuprana. Bangunan ini layak mendapatkan rekor karena di Indonesia, bahkan dunia sekalipun belum ada rumah adat yang memiliki bangunan dan ukuran raksasa seperti ini.

Melansir dari buku berjudul Mengenal Rumah Tradisional di Kalimantan (2017) karangan Mahmud Jauhari Ali, Rumah Radakng dikenal dengan sebutan Rumah Panjang karena bentuknya yang memanjang bahkan bisa sampai 300 meter. Rumah Radakng ini dapat dihuni hingga 60 kepala keluarga (KK). Rumah Radakng dan rumah panjang bagi suku Dayak merupakan simbol persatuan dan keluargaan antar masyarakat.

Biasanya, bagian hulu Rumah Radakng menghadap timur, sedangkan bagian hilirnya menghadap ke barat. Ini merupakan simbol Suku Dayak.

Ini dapat dimaknai bagian hulu sebagai matahari yang penghuni di dalamnya harus kerja keras atau bekerja sedini mungkin. Sedangkan hilir menghadap ke barat berarti tempat matahari terbenam memiliki filosofi tidak akan pulang atau berhenti kerja sebelum matahari terbenam.

Rumah Radakng memiliki ketinggian yang tak seperti rumah lainnya yakni mencapai 3-7 m. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi banjir dan supaya terhindar dari binatang buas juga musuh.

Bagi masyarakat Suku Dayak, rumah adat Kalimantan Barat Rumah Radakng tak hanya ditinggali namun juga digunakan sebagai pusat kebudayaan.

Lantaran banyaknya kepala keluarga yang tinggal di Rumah Radakng, tentunya rumah adat tersebut menjadi sarana interaksi sosial bermasyarakat dan kegiatan pemerintahan.
Selain itu, Rumah Radakng juga dipakai untuk rapat atau pertemuan hingga musyawarah adat dalam menentukan sanksi, nilai, dan norma adat.(*)

KONTRIBUTOR : YOSEF87

Baca Juga : Otorita IKN Ironi Otonomi Khusus Tuntutan Daerah