Mengenal Tradisi Pehelung Ka’uh Tupuh Duman Lebau

 

TUYANGISSUE – Sebagai wujud pelestarian budaya Suku Dayak Kayan, waga Desa Miau Baru masih merayakan Pesta Lepas Panen atau Pehelung Ka’uh Tupuh Duman Lebau. Acara yang digelar selama beberapa hari, biasanya dipusatkan di Lamin Adat Desa Miau Baru.

Tradisi budaya adat digelar setahun sekali secara terus menerus dan menetapkan acara ini sebagai ritus kebudayaan Suku Dayak Kayan yang wajib dilaksanakan. Dengan mekanisme yang sama secara karakteristik bentuk peragaan budaya dengan penambahan inovasi-inovasi kesenian yang menarik untuk memeriahkan acara ini.

1. Warisan kekayaan budaya Dayak Kayan

Tujuan kegiatan budaya ini sebagai wujud kecintaan dan kebanggaan masyarakat melestarikan budaya-budaya asli Suku Dayak Kayan. Termasuk menggali nilai nilai budaya asli daerah dan di desa-desa, khususnya di desa Miau Baru.

2. Makna tradisi adatnya

Tradisi suku Dayak Kayan seperti Ka’uh Tupuh Duma Lebau adalah salah satu tradisi adat yang telah menjadi situs kebudayaan suku dayak Kayan sejak masa lampau. Sebagai suatu kegiatan yang wajib dilakukan setiap setahun sekali. Diselenggarakan dalam bentuk ritual khusus sebagai ungkapan syukur masyarakat suku dayak Kayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat pencapaian-pencapaian atau keberhasilan masyarakat, dalam setiap kegiatan maupun pekerjaan masyarakat pada satu musim. Selanjutnya menyerahkan kembali setiap rencana kegiatan maupun pekerjaan masyarakat untuk tahun berikutnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga :Mengenal Desa Budaya Miau Baru

Pehelung dalam bahasa Dayak kayan berarti berkumpul dan makan bersama di satu tempat dalam suatu acara tertentu. Ka’uh artinya usai atau akhir, Tupuh artinya terlepas atau luput, Duman artinya masa waktu atau tahun dan Lebau artinya tercapai atau berhasil.

Jika disimpulkan Pehelung Ka’uh Tupuh Duman Lebau dapat diartikan sebagai suatu acara di mana masyarakat suku dayak akan kumpul makan bersama dalam bentuk perayaan yang menjadi tanda akhir suatu masa sebagai ungkapan syukur. Untuk setiap pencapaian dan keberhasilan masyarakat atas perjuangan dan pekerjaan. Serta menyerahkannya kembali setiap rencana usaha dan masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk setiap kegiatan yang akan dilaksanakan tahun berikutnya.

Kontributor : Ronald Jius