Pakaian Tradisional Pria Dayak Kenyah Sapei Sapaq

Penari Pria dan Wanita Dayak Kenyah. Foto : Seringjalan.com

Setelah mengenal ta’a pakaian tradisional wanita suku dayak kenyah, kali ini kita membahas pakaian tradisional pria Dayak kenyah, yakni Sapei Sapaq.

Seperti halnya Ta’a, Sapei Sapaq adalah baju berbentuk khusus yang dihiasi dengan manik bermotif tertentu serta gigi dan taring macan. Pakaian ini sangat populer karena sering digunakan para penari pria saat pada pertunjukan seni budaya dayak.

Pada mulanya pakaian Sapei Sapaq pada bagian bawahannya berupa gulungan selendang yang dililitkan hingga mirip seperti celana dalam. Semakin berkembangnya zaman, bawahan yang digunakan adalah celana pendek.

Baca Juga : Ta’a Pakaian Dayak Kenyah Yang Indah dan Cantik

Pakaian ini dilengkapi rompi dengan aksesoris mencolok dan motifnya yang beragam. Biasanya untuk menegaskan kegagahan seorang pria dengan pakaian sapei sapaqnya, pada bagian pinggang, digantungkan mandau yaitu senjata tradisionalnya yang diukir. Ditambahkan lagi dengan talawang yaitu tameng suku dayak kenyah yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi.

Agar terlihat lebih indah aksesoris yang digunakan pada baju ini seperti kalung dari biji dan tulang taring binatang seperti babi. Adapun anting-anting yang terbuat dari taring macan atau beruang. Dan beloko, merupakan topi dari anyaman daun pandan dan diberi manik-manik dengan tambahan bulu burung enggang.

Untuk memakai pakaian adat ini tidak mudah, karena butuh waktu yang lama ketika menyusun manik maniknya. motif pada pakaian ini juga harus sesuai motif ukiran khas dari Dayak Kenyah. motif dalam pakaian adat lelakinya ini memiliki makna yang menunjukkan masyarakat Suku Dayak bijaksana, arif dan banyak memanfaatkan alam.