Norhayati Digantikan Albertus Sebagai Ketua DPRD Kaltara

Norhayati. Foto : Kompas.com

Pemberhentian Norhayati Andris sebagai Ketua DPRD Kalimantan Utara menjadi perhatian publik. Ia juga harus merelakan jabatan Sekretaris DPD PDIP Kaltara digantikan orang lain.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengeluarkan keputusan Surat DPP PDIP Nomor 3547/IN/DPP/XI/2021,yang harus ditaati seluruh kader dan pengurus partai di Kaltara.

Atas pencopotna itu, bagaimana tanggapan Norhayati Andris sendiri? “Kalau memang keputusannya seperti itu, iya, saya santai saja. Tidak ada masalah, semua itu proses suatu kehidupan,” jawab Norhayati Andris. Ia mengaku akan menerima dengan lapang dada“Saya akan mengikuti apa yang menjadi keputusan partai,” tegasnya.

Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menjelaskan, alasan partainya itu memecat Norhayati Andris.

Norhayati Andris disebutnya telah melakukan pelanggaran disiplin berorganisasi.

“Yang bersangkutan (telah melakukan) beberapa pelanggaran-pelanggaran yang dianggap cukup serius,” kata Djarot saat seperti dikutip dari Tribun, Jumat (3/12/2021).

Lebih lanjut, Djarot tak menjelaskan secara rinci perihal pelanggaran yang telah dilakukan Norhayati Andris.

Namun, Djarot mengatakan Norhayati sempat dipanggil DPP PDIP untuk mengkonfirmasi pelanggaran yang dibuat.

“Ada pelanggaran tentang disiplin berorganisasi. Yang jelas bersangkutan sudah pernah dipanggil DPP PDIP,” ucapnya.

Ketua DPD PDI-Perjuangan (PDIP) Jhonny Laing Impang mengungkapkan penyebab jabatan Norhayati Andris dicopot sebagai Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

Jhonny menyebutkan saat Risma berkunjung ke Kaltara, Norhayati Andris tidak terlihat kehadirannya. Sebab seperti yang diketahui Risma juga menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan. “Malah sibuk berfoto di Jakarta,” ungkap Jhonny seperti dilansir Benuanta.co.id. Menurutnya, saat pengurus DPP PDIP berkunjung ke daerah, pengurus di wilayah tersebut secara struktural partai wajib mendampingi.

Apalagi Norhayati menempati posisi penting, yaitu sebagai sekretaris DPD PDIP Kaltara. “Ketika Ibu Tri Rismaharini datang, program konsolidasi saya stop dan harus menyambutnya,” kata eks Ketua DPRD Kabupaten Malinau itu mencontohkan. Dilansir dari Jpnn.com,  Sabtu, 4 Desember 2021.

Selain masalah tersebut, pencopotan Norhayati juga karena penilaian partai yang bersangkutan tidak menjalankan tugas sebagai Ketua DPRD Kaltara dengan baik. Jhonny menyebutkan salah satu terkait proses pembahasan anggaran.

“Tidak pernah juga sesuai informasi kader yang di DPRD dibahas oleh Banggar. Namun langsung disepakati MoU. Seharusnya tidak begitu karena butuh proses panjang sebelum penetapan anggaran,” bebernya. Melalui Rapat DPP PDIP tertanggal 18 November 2021 juga diputuskan jabatan Ketua DPRD Kaltara akan digantikan Albertus Stefanus Marianus.

“Mencabut Surat DPP PDI Perjuangan nomor 506/IN/DPP/IX/2019 tertanggal 04 September 2019 perihal pengesahan dan penetapan calon Ketua DPRD Kaltara atas nama Norhayati Andris dan dinyatakan tidak berlaku lagi,” bunyi surat DPP PDIP Nomor 3547/IN/DPP/XI/2021.

Dalam surat tersebut juga diinstruksikan kepada seluruh jajaran struktural partai dan seluruh anggota DPRD Kaltara dari PDIP untuk mengajukan, mengamankan dan memperjuangkan Albertus Stefanus Marianus hingga masa jabatan anggota dewan saat ini berakhir pada 2024.(*)

Kontributor : Daren Obet