Nilai Positif Tradisi Ladung Bio Yang Harus Dilestarikan

Ingkong Ala, Salah Satu Tokoh Dayak Kenyah Lepo Tau. Foto : Tribunkaltim

Tradisi Ladung Bio. Suku Dayak terdiri dari ratusan sub suku yang memiliki ragam adat, budaya dan bahasa yang berbeda-beda. Setiap kelompok sub suku tersebut memiliki para tetua adat yang dipercaya untuk mengatur dan menegakkan norma adat dan nilai-nilai leluhur demi keberlangsungan kehidupan warga, menjaga keseimbangan alam dan hubungannya dengan sang Pencipta.

Tradisi adat yang dijalankan merupakan ritual yang disakralkan dan memiliki nilai-nilai spritual yang berkaitan dengan sistem religi seluruh aspek kehidupan masyarakat, mulai dari perkawinan, kelahiran, kematian, pertanian, larangan, sanksi hingga soal pembangunan dan pemerintahan.

Maka itu tetua adat sangat dihargai dan dihormati, tidak saja kedudukannya namun juga pengetahuan dan kesolehan spritualnya. Hukum adat yang tidak tertulis dan hanya diturunkan secara turun temurun, membuat para tetua adat seolah perpustakaan hidup yang menjadi sumber ilmu dan aturan-aturan bagi warganya. Ucapan atau tuturan seorang tetua adat ibarat petuah yang harus ditaati.

Suku Dayak kenyah Lepo Tau adalah sub suku Dayak yang banyak mendiami beberapa daerah di wilayah Kalimantan Utara, terutama di Kabupaten Bulungan dan Malinau.
Dayak Kenyah Lepo Tau memiliki tradisi unik yang masih dipertahankan sebagai warisan budaya para leluhur, salah satunya adalah Upacara Ladung Bio.

Upacara Ladung Bio adalah upacara adat tahunan yang wajib diselenggarakan oleh Dayak Kenyah Lepo Tau.

Ladung Bio berarti menyatukan semua keinginan, kerinduan dan semua program yang hendak dilakukan di masa-masa yang akan datang, dimana dalam acara Ladung Bio tempat berkumpul semua masyarakat.

Upacara ini merupakan wadah berkumpul dan musyawarah para tetua tetua adat dan masyarakat guna membahas tentang urusan-urusan adat , pengembangan kebudayaan dan kesenian, mempererat persatuan suku, serta menetapkan program yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Biasanya, di dalam balai adat terdapat hiasan patung kayu, belasoq dan gong. Suasana jalan pun meriah oleh hiasan kreasi warga.

Upacara adat ini yang sangat penting dan merupakan upacara adat paling besar bagi masyarakat Dayak Kenyah Lepo Tau, dilaksanakan dengan berbagai rangkaian upacara yang di dalamnya mengandung nilai budaya yang sakral, luhur dan suci.

Ladung Bio masih dilestarikan karena upacara ini dianggap memiliki nilai positif bagi masyarakat Dayak Kenyah Lepo Tau dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan.

Terutama di zaman sekarang, upacara Ladung bio sangat menekankan pada peran aktif generasi muda agar tidak lupa dengan warisan budaya dan tradisi para luhur mereka. Maka itu, semua pemuda pemudi dilibatkan pada upacara Ladung Bio, mereka harus berkumpul di lamin untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh tetua-tetua dan kepala suku, agar mereka memahami nilai-nilai adat dan tradisi nenek moyang serta selalu menjaga persatuan dan perdamaian di dalam masyarakat.

Buat kamu Pewarta Tuyang Issue, jika ada sumber artikel dan referensi lainnya yang ingin menambahkan atau mengoreksi tulisan ini, kami sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin memperkaya khasana keilmuan dan pengetahuan budaya Dayak melalui tulisan-tulisan yang bermanfaat. (*)

Kontributor: Jiwan Bertus

Sumber :  Artikel Wennita Daud di Neliti.com