Mengenal Desa Wisata Suku Dayak Tomun di Desa Topus, Kabupaten Lamandau

DESA Lopus merupakan Desa Budaya yang identik dengan kehidupan tradisi adat dan seni budaya warga Suku Dayak Tomun, sebagai penduduk asli desa ini. Masyarakatnya masih menjaga dan memegang teguh aturan adat dan tradisi budaya para leluhur. Desa Lopus terletak di Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah.

Suku Dayak Tomun sebagai penduduk asli Desa Lopus dikenal sangat peduli pada kehidupan alamnya. Ini terlihat dengan kondisi hutan dan sungai di sekitar Desa Lopus masih sangat terjaga, terlindungi dan alami. Air sungainya masih jernih, pepohonan besar dan beragam jenis buah masih berdiri tegak di dalam hutan. Selain itu, binatang hutan seperti babi hutan, rusa, macan dahan, landak, dan berbagai primata yang masih berkeliaran dengan bebas.

Di tengah hutan Desa Lopus terdapat air terjun yang dikenal dengan nama Silingan Garung dengan ketinggian 30 meter. Jaraknya dari desa sekitar 15 km.

Suku Dayak Tomun memilik keterampilan dan kemahiran yang sangat unik sesuai kearifan lokal masyarakat setempat. Mereka terkenal mahir dalam berburu di hutan dan mencari ikan dengan cara menyelam dan menggunakan tombak. Selain itu, mereka juga terampil dalam membuat kerajinan tangan dari kulit kapuak dan serat bomban. Kerajinan tangan itulah yang menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakatnya (souvenir).

Kulit kapua ini diolah menjadi berbagai macam kerajinan, seperti dompet, tutup kepala, tas, dan lain-lain. Kemudian dijual kepada wisatawan dengan harga yang bervariasi.
Selain kulit kapua, warga Desa Lopus juga mengolah anyaman serat bomban menjadi berbagai macam bentuk tas yang menarik dan etniktis.

Sebagai desa wisata, di desa ini tersedia homestay untuk menginap bagi wisatawan. Harganya dijamin murah dengan fasilitas kamar, plus sarapan, makan siang dan makan malam.

Kekinian, di Desa Lopus telah dibangun wahana wisata baru, yakni Flying fox sepanjang 80 meter itu membentang di atas Sungai Delang.Ketinggiannya hampir 10 meter dari air sungai. Dengan wahana ini, wisatawan dapat menimati dan sensasi berseluncur di atas Sungai Delang.

Kontributor: Maring

Baca Juga : Ibu Kota Baru, Jaminan Tatanan Wilayah Adat Tak Tergerus Komersialisasi?