Kucing Merah, Spesies Liar Hutan Kalimantan

Kucing Merah Kalimantan, Foto: sayanghewan.net

KUCING Merah  merupakan hewan endemik di hutan Kalimantan. Kucing ini biasa disebut Kucing Merah Kalimantan atau Kucing Merah Borneo, atau dalam bahasa inggris bahasa bay cat, Borneo bay cat, dan Bornean marbled cat. Sedangkan bahasa latinnya disebut “pardofelis badia”.

Sangat sulit menjumpai satwa ini di habitat aslinya, selain habitatnya yang hampir punah, satwa ini termasuk hewan nokturnal. Perilakunya seperti kelelawar, hanya keluar malam hari. Ketika gelap tiba, kucing merah akan aktif berburu mangsa seperti burung, monyet, dan tikus.

Secara fisik, kucing borneo ini memiliki bentuk yang mirip dengan kucing emas pada umumnya namun ukurannya lebih kecil dengan warna bulu coklat terang serta tubuh bagian bawahnya lebih pucat. 

Ukuran dewasa kucing ini sekitar 50 hingga 60 sentimeter dengan panjang ekor mencapai 30–40,3 sentimeter yang meruncing di ujung dengan warna kehitam-hitaman. Telinga mereka agak bulat, tubuhnya memiliki panjang yang bervariasi dari 49,5 hingga 67 cm. Berat mereka juga bervariasi sekitar 3 sampai 3,5 kilogram.

Kerusakan hutan di Kalimantan akibat HPH, penebangan liar, pembakaran hutan dan Perkebunan Sawit membuat rusaknya habitat asli kucing merah   Kalimantan

Hingga kini, belum bisa dipastikan berapa jumlah persis populasinya di alam liar. Pada pertengahan tahun 1990-an, penampakan yang paling dapat diandalkan telah dilaporkan terlihat dari Sungai Kapuas Hulu di Kalimantan Barat serta di Taman Nasional Gunung Palung. Pada 2016 satu camera trap berhasil menangkap pergerakan kucing merah atau nama ilmiahnya Catopuma badia di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain.

Kepedulian masyarakat Dayak terhadap kelestarian hutan selama ini , sangat melindungi dan menjaga habibat kucing merah. Mari kita terus jaga hutan kita agar satwa-satwa yang ada di dalamnya tidak semakin punah. (*)

Baca juga

Cerita Rakyat Dayak Bukit Binua Talaga : Kisah Satu Keluarga Menjadi Burung

Pentingnya Tetua Adat Dalam Pengembangan Wisata daerah