Ketua DAD Kaltara Ingatkan Masyarakat Kaltara Jaga Kondusifitas Daerah

TUYANGISSUE.ID, KALTARA – Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Jhoni Laing Impang (JLI), mengimbau  masyarakat Kaltara agar selalu menjaga kondusifitas daerah, dan tidak terprovokasi oleh isu-isu berbau SARA.

Ia dengan tegas meminta masyarakat selalu mengedepankan penyelesaian hukum bila ada hal-hal yang dianggap melanggar hukum.

“Saya khawatir, kerukunan masyarakat Kaltara terusik. Jika dirasakan ada pelanggaran hukum silahkan berproses secara hukum. Tapi kalau tidak ada jangan diseret-seret ke ranah sosial dan politik,” jelas JLI.

Pernyataan JLI tersebut merespon isu- isu yang meluas akhir-akhir ini, terkait dengan status Facebook Anggota DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus yang diseret-seret ke arah politisasi SARA.

Menurutnya, di era keterbukaan dan demokratisasi saat ini, konstitusi menjamin kebebasan berpendapat semua warga negara Indonesia. Tak terkecuali saudara Deddy Sitorus, ketika ia menulis status Facebook itu, maka ia sedang menggunakan haknya sebagai warga negara. JLI pun menyakini tidak ada niat buruk dari saudara Deddy Sitorus untuk memecah belah warga Kaltara, ketika menulis soal status  PhD itu.

“Saya kenal baik Pak Deddy Sitorus. Dia komitmen terhadap pembangunan Kaltara. Dan membantu masyarakat secara langsung. Seperti listrik, pengadaan vaksin, dan banyak lagi. Saya yakin tidak ada niat Pak Deddy merusak kerukunan,” terangnya.

Terkait tulisan PhD dalam status Facebook itu, JLI bersama tokoh-tokoh Dewan Adat Dayak telah melakukan konfirmasi langsung kepada saudara Deddy Sitorus pada hari Senin (26/10) di Sekretariat DAD Kaltara, Tanjung Selor. Deddy Sitorus pun secara gamblang dan rinci menjelaskan maksud dari  status facebooknya itu. Tokoh DAD yang hadir kemudian mempelajari dan menilai secara seksama, dan dapat menerima penjelasan itu.

JLI  mengingatkan, menjaga kerukunan itu tidak mudah. Perlu kesadaran bersama. Ia berharap, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan para tetua di Kaltara bisa terlibat langsung menjaga kondusifitas Kaltara.

“Saya mengajak kepada para sesepuh, tolonglah gunakan pengaruhnya untuk meredam isu-isu yang mengarah pada perpecahan. Silahkan jika ada pihak-pihak yang menganggap ada pelanggaran hukum, tempuhlah jalur hukum. Kita semua sama di mata hukum. Jangan gunakan kekerasan yang mengarah kepada perpecahan,” harapnya. (*)

Baca Juga :

Momentum Hari Sumpah Pemuda, Anggota DPD RI Zainal Arifin Ajak Pemuda Bersatu Membangun Indonesia