Dusun Rindang Benua, Pesona Budaya Suku Dayak Kenyah di Sanggata

RITUAL adat masih melekat dalam keseharian masyarakat suku Dayak. Di tengah kemajuan jaman saat ini, masyarakat terus menjaga dan melestarikannya warisan tradisi para leluhur mereka. Demikian halnya yang dilakukan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah yang ada di Dusun Budaya Rindang Benua Kabupaten Kutai Timur. Banyak perayaan ritual  tradisi budaya khas Dayak Kenyah yang bisa kita saksikan di dusun budaya ini. Misalnya Telang Limpa dan Alak Tau.

Telang Limpa

 Telang Limpa adalah ritual  gotong royong pada prosesi tanam padi, dimana pada hari pelaksanaannya, masyarakat bersama-sama turun ke ladang untuk menyiram ladang padi mereka dengan air berkah.

Ritual  tanam padi ini sudah dilakukan oleh nenek moyang terdahulu mereka. Mulai dari pembukaan lahan, proses tanam, merumput hingga panen padi.

Jauh sebelum adanya pupuk non organik, masyarakat Dayak Kenyah lebih dulu menggunakan air yang telah didoakan sebagai pupuk yang dipercaya dapat memberikan kesuburan dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Tradisi gotong royong benar-benar menjadi ciri khas masyarakat suku Dayak Kenyah yang menetap di Dusun Budaya Rindang Benua, KM 10 Sangatta Selatan.

Alak Tau

Alak Tau  memiliki arti penentuan hari baik untuk seluruh masyarakat agar tanaman padi dan tanaman lainya jadi subur serta terhindar dari segala macam hama tanaman.

Ritual Alak Tau  digelar agar tanaman padi subur dan jauh dari hama.Biasanya, upacara kerap dipimpin oleh kepala adat untuk melakukan prosesi ritual dan  membacakan mantra dalam bahasa daerah

Tidak hanya membacakan mantra itu, biasanya kepala adat pun sembari menancapkan sebatang kayu yang telah runcing ke dalam tanah, tujuannya untuk membuat lubang bibit tanaman. Biasanya, hasil panen ini nantinya akan di simpan di lumbung adat untuk keperluan sosial dan ibadah masyarakat Dayak Rindang Benua.

Dusun Budaya Rindang Benua pun diketahui memiliki pesona alam nan indah. Air terjunnya ” Jantur Benua Indah’ menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi masyarakat lokal, maupun pendatang. Airnya yang jernih dan masih alami merupakan keunggulannya. Bahkan jarak tempuhnya juga tidak begitu jauh dari pusat kota Sangatta.(*)

Baca Juga : Ketanggguhan Dayak Kenyah Taklukan Puncak Cartenz Papua