Miau Baru,Desa Budaya Dayak Kayan di Kutim

DESA Miau Baru adalah desa budaya Suku Dayak Kayan yang terletak di Kacamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Masyarakat Desa Miau Baru hingga kini masih menjaga dan melestarikan kehidupan tradisi budaya suku Dayak Kayan dalam kehidupan sehari hari.

Tradisi dan kekhasan budaya itu dapat dijumpai ketika berkunjung di Desa Miau Baru. Terutama melihat ragam arsitektur dan ukiran khas Dayak Kayan, yang menghiasi bangunan-bangunan desa, misalnya: Gerbang Desa Lekan Maran yang terbuat dari bahan kayu ulin berukir nan kokoh, lumbung padi (lepo parai) yang sangat kaya nuansa ukiran khas Suku Dayak Kayan serta miniatur Lamin Adat yang terletak persis di sebelah Lepo Parai. Selain itu, Lamin Adat yang penuh corak dan warna serta ukiran khas Dayak Kayan, menjadi ciri utama desa ini. Pemakaman warga pun masih menunjukan kearifan budaya dan  simbol leluhur Dayak  Kayan.

Setiap hari minggu (Pukul: 15:00-17:00 Wita), masyarakat rutin menggelar pentas seni dan budaya di lamin adat Desa Miau Baru .

Dengan harga tiket masuk yang relatif terjangkau, para pengunjung dapat menyaksikan ragam tarian yang ditampilkan penari beragam usia. Mulai dari anak-anak, remaja, bahkan dewasa yang memakai  pakaian ta’ah  khas Suku Dayak Kayan.

Pun, Festival Seni dan Budaya yang lebih besar dan spetakuler digelar setiap akhir tahun hingga awal tahun, yang bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru serta Hari Ulang Tahun Desa Miau Baru.
Festival itu akan menampilkan puluhan jenis tari-tarian selain dari berbagai sanggar seni tari. Termasuk perwakilan warga dari setiap rukun tetangga yang ada.

Selain ragam seni tari, juga digelar lomba perahu naga, lomba menyumpit, dan beberapa permainan tradisional lainnya. Pengungjung juga akan menyaksikan pawai atau carnaval budaya

Jadi, bagi kamu yang peduli dan konsen pada seni budaya Dayak, dapat memberikan donasi yang lebih kepada penyelenggara, karena bantuan itu akan digunakan kembali untuk oleh warga setempat untuk pelestarian budaya mereka.

Baca juga : Pehelung Ka’uh Tupuh Duman Lebau