Beda Opini dan Fakta

KITA semua mungkin bisa membedakan yang mana opini dan yang mana fakta atas sesuatu yang ingin kita tuliskan dan ucapkan. Tapi, tidak semua orang bisa membedakan opini dan fakta atas ucapan dan tulisan yang disampaikan oleh orang lain.

Opini dan fakta merupakan istilah yang sering menjadi rujukan untuk menilai kebenaran suatu berita yang ditulis maupun disiarkan. Dari perbincangan sehari-hari, kedua sebutan ini juga kerap ditemukan dari pernyataan diri sendiri maupun orang lain.

Misalnya, tulisan atau ucapan seseorang di media sosial, yang sesungguhnya adalah opini orang lain , sering kali dianggap sebagai sebuah fakta. Akhirnya kita terjebak pada informasi yang salah.

Nah, agar kamu tidak salah faham atas sebuah opini orang lain maka kamu harus mengerti perbedaaan antara opini dan fakta serta ciri-cirinya masing-masing.

Dalam buku Bahasa Indonesia Kemendikbud, opini diartikan pendapat, pendirian, atau sikap seseorang terhadap suatu hal. Biasanya opini akan disampaikan seseorang saat melihat sebuah peristiwa atau menanggapi suatu permasalahan.

 

Pada dasarnya, Opini bersifat subjektif karena tergantung pada pola pikir, pengetahuan, latar belakang, dan lingkungan individu masing-masing. 

Ciri-Ciri Opini

1. Bersifat subjektif menurut pihak tertentu

2. Kata-kata yang digunakan bersifat relatif

3. Menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadi

4. Mengandung pendapat pribadi ataupun orang lain

5. Kebenarannya belum pasti dapat dibuktikan

6. Menjelaskan tentang hal tertentu

7. Biasanya ditandai dengan penggunaan kata-kata: sepertinya, mungkin, bisa jadi, seharusnya, sebaiknya, dan lain-lain

Setelah faham pengertian opini, selajutnya kita ketahui pengertian fakta. Fakta adalah hal atau sesuatu yang benar-benar terjadi. Fakta merupakan pernyataan yang menampilkan situasi riil dari masalah atau kejadian. Biasanya fakta sudah teruji dan terbukti kebenarannya karena berisi data-data. Di dalam fakta, tidak ada pendapat atau pandangan orang lain.

Ciri-Ciri Fakta

1. Bersifat objektif, umum, serta sudah diakui kebenarannya

2. Memiliki data kuantitatif (angka) atau kualitatif (pernyataan) yang akurat dan jelas

3. Berasal dari narasumber terpercaya

4. Kebenaran dari kegiatan yang telah terjadi dan dapat dipertanggung jawabkan

5. Sudah teruji dan terverifikasi

6. Biasanya dapat menjawab rumus pertanyaan 5W+1H

7. Dapat dibuktikan kebenarannya

Itulah sedikit tentang perbedaan opini dan fakta, semoga para tuyang tuyang memahaminya.

 

Baca Juga : Olahraga Tradisional dan Sport Tourism